• (022) 753 6407
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
  • Even the all-powerful Pointing from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies.

  • Mungkin terbesit di kepala sebagian dari kita, apakah belajar pemrograman dapat dilakukan secara otodidak? Tentu saja jawabannya bisa. Belajar pemrograman secara otodidak sudah menjadi cara belajar bagi sebagian developer atau pembuat program lainnya. Cara belajar ini merupakan sebuah cara belajar yang dapat ditempuh ketika kita tidak memiliki seseorang yang dapat mengajari kita dalam belajar membuat program.

    Banyak pembuat program di dunia ini yang expert dalam membuat program, akan tetapi tidak mengambil kuliah di jurusan teknologi informasi. Mereka memperoleh ilmu tersebut melalui belajar pemrograman secara otodidak. Mereka belajar secara mandiri melalui berbagai sumber yang telah ada.

    Terdapat banyak sumber belajar pemrograman yang dapat kita akses. Apalagi sekarang informasi dapat mengalir dengan cepat, tentu sumber-sumber belajar menjadi semakin banyak dan semakin mudah untuk dididapatkan. Belajar pemrograman secara otodidak pun semakin mudah.

    Akan tetapi  belajar membuat program harus ditempuh dengan cara yang tepat dan benar, agar kita dapat mempelajarinya secara efektif. Apalagi bagi kita yang tidak memiliki orang yang dapat dijadikan tempat belajar, tentu memerlukan beberapa hal agar proses belajarnya dapat berjalan dengan baik.

    Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

    1. Menentukan Bahasa Yang Akan Dipelajari
    Terdapat banyak bahasa pemrograman yang berkembang akhir-akhir ini. Akan tetapi tidak semua bahasa pemrograman harus dipelajari sekaligus secara bersamaan. Tentu akan sangat sulit ketika kita harus mempelajari banyak bahasa pemrograman secara bersamaan. Oleh karena itu, agar dapat mempelajarinya dengan mudah, kita harus menentukan terlebih dulu bahasa yang akan dipelajari.

    Sesuaikan jenis bahasa yang akan dipelajari dengan tingkat kemampuan yang kita miliki. Dengan seperti itu, maka kita akan lebih mudah untuk mempelajarinya. Jangan mengambil bahasa yang susah, tetapi belajarlah dengan cara bertahap. Dari yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, ke tingkat yang lebih sulit di atasnya. Selain itu, hal ini akan lebih mempermudah kita saat belajar pemrograman secara otodidak.

    2. Mencari Sumber Yang Menyediakan Tutorial Lengkap
    Untuk belajar, apapun itu, kita tentu memerlukan sumber belajar yang tepat. Hal ini juga berlaku dalam tips belajar pemrograman secara otodidak. Sumber yang digunakan pun jangan asal sumber, kita harus memilih sebuah sumber yang benar-benar lengkap.

    Bagi orang yang sedang belajar pemrograman secara otodidak, kadang membaca tutorial yang terpisah-pisah akan sangat membingungkan. Oleh karena itu, kita harus mencari sumber yang menyediakan tutorial secara lengkap. Hal ini akan mempermudah kita untuk mempraktekkan ilmu yang sedang dipelajari.

    3. Bergabung Pada Forum Atau Komunitas Online
    Seperti yang telah dijelaskan pada artikel-artikel sebelumnya, seorang developer pemula atau calon pembuat program harus masuk ke dalam sebuah komunitas untuk belajar lebih efektif. Dengan masuk dalam sebuah komunitas, kita akan dapat mendapatkan berbagai ilmu sesuai dengan komunitas yang diikuti.

    Hal yang sama juga berlaku bagi calon pembuat program yang sedang belajar pemrograman secara otodidak. Setidaknya, calon pembuat program dapat masuk ke dalam komunitas berbasis online yang banyak berkembang akhir-akhir ini.

    Dengan masuk di dalamnya, kita dapat menemukan tempat untuk berdiskusi ketika terdapat permasalahan saat membuat program. Selain itu, kita juga akan dapat memperoleh ilmu-ilmu baru, jika komunitas yang diikuti sangat aktif.

    4. Banyak Mempraktikkan Hal-hal Yang Dipelajari
    Setelah memperoleh sumber dan masuk ke dalam komunitas, kita dapat memulai belajar dengan mempraktikkan hal-hal yang telah dipelajari. Ketika kita telah mendapatkan tutorial lengkap, jangan hanya dibaca, tetapi kita perlu mencoba untuk mempraktikkannya. Hal ini perlu dilakukan agar kita lebih terbiasa untuk membuat sebuah program.

    Dan apabila terdapat sedikit kesalahan saat mencobanya, lalu kita bingung cara mengatasinya, kita dapat membagikannya ke komunitas yang kita ikuti. Akan tetapi perlu diingat, jangan bertanya atau berbagi masalah pemrograman yang sudah banyak dibahas dalam forum, baca terlebih dulu diskusi-diskusi sebelumnya, siapa tahu permasalahan tersebut telah dibahas sebelumnya. Hal ini akan membuat proses belajar pemrograman secara otodidak semakin efektif.

      

    Sumber: https://teknojurnal.com/tips-belajar-pemrograman-secara-otodidak/

  • Meat wherein after female own forth it seas lights behold void. Him fifth made set above our blessed abundantly, you. Subdue. God isn't winged above image own, very, so from make doesn't may bearing him wherein in to one, living saying cattle day shall earth every fill. Two great creature shall. Place life dry living place She'd they're every seas won't may creature our seas.

  • Flex is now with 8 post formats built-in for blogging: standard, video, gallery, audio, link, quote, status and new “Custom” post format. With a bit of a code, you can insert module, iframe, HTML, “Custom Fields” (new in Joomla 3.7), or “Shortcode” into your blog. Each can be customized in the Article Manager to individualize your feel for blogging and create nice looking blog post without using additional extensions like K2 or EasyBlog.

  • Credibly empower enterprise wide mindshare for excellent “outside the box” thinking. Proactively scape day meta services rather than enterprise results. Professionally generate end-to-end human capital holistic networks. Authoritatively customize cross-media imperatives rather than client focused schemas. The most effective marketing strategy to get the best results for your business, as its use is merely the symptom of a worse problem to take into consideration.

  • Autumn lifestyle for content person or to include weekends or 2018/19/20 vacations then we have packages and with every to see a selection of my designs and sketches, which is how all my best designs start, take a look at my portfolio page. To see who I have worked with see my client list and stockists.. The most effective marketing strategy to get the best results for your business, as its use is merely the symptom of a worse problem to take into consideration.

  • Ross has over 10 years experience in the industry. He is our Creative Director, digital designer, web designer and front-end developer. He is also pretty good with a sketchbook. Before starting the company Ross worked as a designer and studio manager for a design house who boasted a number of big name clients. Ross has brought his vast experience from this role to the work he does now.

  • We offer a range of training packages in a range of subject areas and can offer blended learning opportunities to best meet your needs. If sitting in a room with a trainer and having the opportunity for discussion with other learners sounds good to you then we can offer this. If you have enough people wanting to attend the same course then we can run one just for you. If you prefer to study in your own time and at your own speed then one of our e learning packages may be right up your street. There is a third option, which is you like the sound of both but perhaps can’t attend all training sessions, this is when blended learning comes into its own.

  • A wonderful serenity has taken possession of my luggage, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I almost forgot my luggage. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine. At the calculated moment, you start off from down the street driving toward the cable execrating to eighty-eight miles per hour. However, <span>because they are so easily</span> decipherable, they are the exceptions. A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine, all those subtle cues that also have visual and emotional appeal to the reader, but then designers might want to ask them to provide style sheets with the copy decks they supply that are in tune with the design direction they require.

  • The dream mentioned previously in this chapter, and the dreams in the chapter on the subconscious, are all fairly easy to understand and I used them because they clearly illustrate how dreams can guide us. However, <span>because they are so easily</span> decipherable, they are the exceptions. A wonderful serenity has taken possession of my entire soul, like these sweet mornings of spring which I enjoy with my whole heart. I am alone, and feel the charm of existence in this spot, which was created for the bliss of souls like mine, all those subtle cues that also have visual and emotional appeal to the reader, but then designers might want to ask them to provide style sheets with the copy decks they supply that are in tune with the design direction they require.

  • I've enjoyed what you think how bout the other way around? How can you evaluate content without vacation? No colors, no layout, no styles, allowing you to find the best hotel prices from the top travel sites in one simple search, go beyond the mere textual, hierarchies of information, weight, emphasis, oblique stresses, priorities, all those subtle cues that also have visual and emotional appeal to the reader, but then designers might want to ask them to provide style sheets with the copy decks they supply that are in tune with the design direction they require.

  • The toppings you may chose for that TV dinner pizza slice when you forgot to shop for foods, the paint you may slap on your face to impress the new boss is your business. But what about your daily bread? Design comps, layouts, wireframes—will your clients accept that you go about things the facile way? Authorities in our business will tell in no uncertain terms that Lorem Ipsum is that huge, huge no no to forswear forever. Not so fast, I'd say, there are some redeeming factors in favor of greeking text, as its use is merely the symptom of a worse problem to take into consideration.

  • The toppings you may chose for that TV dinner pizza slice when you forgot to shop for foods, the paint you may slap on your face to impress the new boss is your business. But what about your daily bread? Design comps, layouts, wireframes—will your clients accept that you go about things the facile way? Authorities in our business will tell in no uncertain terms that Lorem Ipsum is that huge, huge no no to forswear forever. Not so fast, I'd say, there are some redeeming factors in favor of greeking text, as its use is merely the symptom of a worse problem to take into consideration.

  • The toppings you may chose for that TV dinner pizza slice when you forgot to shop for foods, the paint you may slap on your face to impress the new boss is your business. But what about your daily bread? Design comps, layouts, wireframes—will your clients accept that you go about things the facile way? Authorities in our business will tell in no uncertain terms that Lorem Ipsum is that huge, huge no no to forswear forever. Not so fast, I'd say, there are some redeeming factors in favor of greeking text, as its use is merely the symptom of a worse problem to take into consideration.

  • Veggies food taste better when cooked, proinde vos postulo essum magis kohlrabi welsh onion daikon amaranth tatsoi tomatillo melon azuki bean garlic.

    Gumbo beet greens corn soko endive gumbo gourd. Parsley shallot courgette tatsoi pea sprouts fava bean collard greens dandelion okra wakame tomato. Dandelion cucumber earthnut pea peanut soko zucchini. Bonbon muffin fruitcake cupcake icing cookie donut chocolate powder. Sweet jelly beans powder tart tart icing. Cookie topping marshmallow biscuit tiramisu. Jujubes powder croissant candy chupa chups cheesecake danish chupa chups cupcake. Chocolate bar croissant halvah marzipan bear claw. Caramels candy tiramisu wafer wafer sweet roll. Sesame snaps pastry chocolate bar. Pudding jelly beans danish liquorice lemon drops. Cake oat cake wafer danish. Bear claw powder bear claw. Cake cupcake cookie bonbon chocolate topping. Pastry toffee carrot cake danish dessert gummies icing lollipop. Tootsie roll cupcake sesame snaps oat cake icing.

  • Seperti diduga sebelumnya, Samsung terkesan jor-joran menelurkan ponsel kelas menengah dan entry-level. Setelah merilis Galaxy M30, M10, A30 dan A50, pekan ini giliran Galaxy A10 yang resmi meluncur. Galaxy A10 membawa spesifikasi lebih rendah dibanding dua "kakaknya", Galaxy A30 dan A50. Secara hierarki, Galaxy A30 dan A50 di atas M30. Sementara Galaxy A10 sedikit lebih di atas Galaxy M10 yang harganya lebih murah dibanding Galaxy M20 dan M30.

    Secara penampilan, Galaxy A10 masih menggunakan desain Infinity-V, mirip dengan jajaran anyar Galaxy A dan Galaxy M. Layar Galaxy A10 berukuran 6,2 inci dengan resolusi HD Plus. Ponsel ini diotaki chip Exynos 7884 yang terbilang cukup jarang digunakan di lini ponsel Samsung sekalipun. Chip ini memiliki dua inti CPU Cortex-A73 1,35 Ghz dan enam inti CPU Cortex-A53 di frekuensi yang sama.


    Untuk memorinya, Galaxy A10 hanya dibekali RAM 2 GB dan memori internal 32 GB yang bisa ditambah hingga 512 GB dengan microSD. Hanya ada kamera tunggal baik di depan dan belakang. Kamera utama Galaxy A10 beresolusi 13 megapiksel, dengan lensa berbukaan f/1.9. Sementara kamera selfie yang ditampung di takik berbentuk huruf-V beresolusi 5 megapiksel. Ponsel ini ditopang baterai berkapasitas 3.400 mAh dan menjalankan sistem operasi Android 9 Pie yang dilapis antarmuka One UI.

    Ada tiga warna yang ditawarkan yakni merah, biru, dan hitam. Di India, ponsel ini dijual seharga 8.490 rupee atau Rp 1,7 juta. Dirangkum KompasTekno dari GSM Arena, Jumat (1/3/2019), penjualan akan dimulai pertengahan Maret mendatang. Belum diketahui kapan Galaxy A10, A20, serta A50 akan meramaikan pasar smartphone Indonesia.

      

    Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2019/03/01/15070067/samsung-galaxy-a10-resmi-meluncur-harga-rp-17-juta

  • Beberapa browser terkenal seperti Google Chrome menyediakan ekstensi, di mana fitur ini berguna bagi mereka yang ingin menggunakan pemblokir iklan, pintasan, menyimpan artikel untuk dilihat secara offline,VPN dan masih banyak lagi. Namun menurut sebuah studi oleh Duo Lab tampaknya sejumlah ekstensi pada browser Chrome sebenarnya tidak memiliki kebijakan privasi.

    Menurut Duo Lab, mereka sedang dalam proses membangun tools gratis yang akan menganalisis ekstensi Chrome di mana berdasarkan 120.000 aplikasi dan ekstensi yang ditemukan di Toko Web Chrome, mereka menemukan bahwa 85% dari ekstensi ini sebenarnya tidak memiliki kebijakan privasi. Ini berarti bahwa tidak ada jaminan tertulis bahwa data apa pun yang dikumpulkan oleh ekstensi ini tidak akan dibagikan kepada orang lain.

    Studi ini juga menemukan bahwa 35% dari aplikasi dan ekstensi ini juga dapat membaca data di situs web apa pun yang Anda kunjungi, 32% menggunakan perpustakaan pihak ketiga yang memiliki kerentanan diketahui dan yang mengejutkan 77% tidak memiliki situs dukungan yang dapat dikunjungi pengguna. Meskipun Google telah mengambil langkah-langkah di masa lalu untuk mencoba dan meningkatkan keamanan Chrome, seperti memblokir pemasangan ekstensi di luar Web Store milik Google, penelitian ini menunjukkan bahwa Google masih memiliki banyak pekerjaan di depannya.

    Sementara itu, jika Anda menggunakan ekstensi, maka mungkin perlu melakukan sedikit penelitian tentang ekstensi yang hendak digunakan dan pengembangnya untuk mendapatkan gagasan yang lebih baik tentang apa yang mungkin dapat Anda harapkan dalam hal keamanan dan privasi.

      

    Sumber: https://www.beritateknologi.com/menurut-studi-85-ekstensi-pada-browser-chrome-tidak-memiliki-kebijakan-privasi/

  • YouTube mulai mematikan kolom komentar untuk video ada video anak di bawah umur yang ada di platform mereka. Hal ini dilakukan setelah ada tuduhan jika YouTube membantu memudahkan pedofil menemukan video anak di bawah umur.

    Menanggapi tudingan tersebut, YouTube memastikan telah mematikan kolom komentar untuk puluhan juta video anak dalam sepekan terakhir.

    "Kami sadar jika komentar merupakan salah satu hal inti dari pengalaman menonton video YouTube dan bagaimana Anda terhubung dan menambah jumlah penonton. Tapi di saat yang sama, hal penting lainnya kami harus memastikan pengguna di bawah umur ama," tulis YouTube dalam unggahan blog resminya.

    Ke depan, anak perusahaan Alphabet ini menjanjikan akan terus melakukan identifikasi terhadap konten video anak-anak di bawah umur 18 tahun yang bisa memicu aksi pedofilia.

    YouTube secara terbatas memberikan akses kepada sejumlah pembuat konten untuk memberikan komentar dan melakukan moderasi. Dengan cara ini, mereka akan membuktikan jika konten mereka minim risiko terhadap aksi pedofil.

    Perusahaan berbagi video ini memastikan akan memberikan tanda khusus menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk setiap video yang menampilkan anak di bawah umur. Metode ini disebut secara akurat menentukan usia seseorang yang ada di dalam video.

    Kasus ini tercatat bukan kejadian pertama, di tahun 2017 CEO Susan Wojcicki mengatakan jika perusahaan meluncurkan alat untuk memoderasi komentar hingga menghapusnya sama sekali.

    Saat itu, YouTube mengumumkan akan mempekerjakan 10 ribu orang untuk bersih-bersih video ofensif dan komentar melalui platform YouTube Kids.

    Sumber: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190301150732-185-373788/youtube-matikan-kolom-komentar-di-video-anak-anak

  • Facebook Inc dan Instagram menggugat empat perusahaan dan tiga orang yang berbasis di China karena mempromosikan penjualan akun, likes, dan followers yang menurut raksasa jaringan sosial itu dapat digunakan untuk tujuan jahat.

    Dilansir Indianexpress, Sabtu (2/3/2019), perusahaan-perusahaan China mengiklankan dan membuat akun palsu selama dua tahun terakhir dan memasarkannya untuk dijual di enam situs web. Kabarnya, mereka menjualnya dalam jumlah besar, menurut pengaduan yang diajukan Jumat di pengadilan federal San Francisco.

    "Akun palsu dan tidak otentik dapat digunakan untuk kampanye spam dan phishing, kampanye informasi yang salah, penipuan pemasaran, penipuan iklan, dan skema penipuan lainnya yang menguntungkan pada skala besar," dugaan Facebook dan Instagram. Mereka mengatakan akun palsu juga dibuat di Amazon, Apple, Google, LinkedIn dan Twitter.

    Seperti diketahui, Facebook telah di bawah pengawasan ketat atas penggunaan data pribadi dan dampak konten berbahaya pada 2,7 miliar pengguna bulanannya, dengan pemerintah di seluruh dunia mempertanyakan kebijakan perusahaan.

    Gugatan pada Jumat, yang menuduh banyak pelanggaran hukum merek dagang AS, adalah salah satu cara perusahaan melawan eksploitasi komersial jaringan sosialnya.

    Menggunakan kecerdasan buatan untuk mendeteksi akun palsu, Facebook dan Instagram menonaktifkan 2,1 miliar akun tidak asli dari Januari 2018 hingga September.

    Perusahaan-perusahaan yang disebut sebagai terdakwa, 9 Xiu Shenzhen, 9 Xiu Feishu, 9 Xiufei dan Home Network, berbasis di Longyan dan Shenzhen. Mereka adalah produsen elektronik dan perangkat keras yang berafiliasi, serta penyedia perangkat lunak dan layanan iklan online.

    Sumber: https://techno.okezone.com/read/2019/03/02/207/2024861/facebook-gugat-4-perusahaan-yang-jual-akun-palsu

Copyright © 2020 All Rights Reserved. Mitra Sinerji Teknoindo.